MANAJEMEN BROODING PDF

Baik tidaknya performance ayam di masa selanjutnya seringkali ditentukan dari bagaimana pemeliharaan di masa brooding. Satu hal yang patut diperhatikan oleh peternak ialah kesalahan manajemen pada periode ini seringkali tidak bisa dipulihkan irreversible dan berdampak negatif terhadap performance ayam di periode pemeliharaan berikutnya. Manajemen brooding yang baik merupakan salah satu penentu keberhasilan peternakan ayam Sumber : Dok. Medion Kenyataannya, pendapat di atas benar adanya karena pada masa ini terjadi perkembangan pesat berbagai organ tubuh ayam yang tidak dijumpai pada umur lebih tua.

Author:Gajar Akinogami
Country:Turkmenistan
Language:English (Spanish)
Genre:Finance
Published (Last):6 February 2018
Pages:374
PDF File Size:10.52 Mb
ePub File Size:8.35 Mb
ISBN:522-7-63627-487-9
Downloads:4999
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Bajinn



Baik tidaknya performance ayam di masa selanjutnya seringkali ditentukan dari bagaimana pemeliharaan di masa brooding. Satu hal yang patut diperhatikan oleh peternak ialah kesalahan manajemen pada periode ini seringkali tidak bisa dipulihkan irreversible dan berdampak negatif terhadap performance ayam di periode pemeliharaan berikutnya. Manajemen brooding yang baik merupakan salah satu penentu keberhasilan peternakan ayam Sumber : Dok. Medion Kenyataannya, pendapat di atas benar adanya karena pada masa ini terjadi perkembangan pesat berbagai organ tubuh ayam yang tidak dijumpai pada umur lebih tua.

Oleh karena itu, diharapkan peternak perlu benar-benar memberikan perhatiannya terhadap masa ini. Ada beberapa hal yang mengalami perkembangan pesat pada umur ini yaitu : 1. Kekebalan pasif berasal dari penyerapan kantung kuning telur selama periode pengeraman dan beberapa hari setelah menetas. Kekebalan pasif ini cukup efektif untuk mencegah infeksi pada anak ayam, namun jangka waktunya pendek dan tingkat protektivitasnya akan terus menurun sejalan dengan waktu menjadi tidak protektif,red.

Oleh karena itu, dibutuhkan kekebalan pengganti yaitu kekebalan aktif. Tergertaknya kekebalan aktif dalam tubuh ayam juga berkaitan dengan perkembangan optimal dari organ-organ kekebalan tubuh ayam seperti limpa, thymus, bursa Fabricius, peyer patches dan sebagainya.

Namun perlu diingat, bila berat badan ayam tidak mencapai standar maka perkembangan organ limfoid pun terganggu begitu juga dengan kekebalan ayam. Keterkaitan antara penggertakan kekebalan aktif dan perkembangan organ kekebalan mendasari diperlukannya tindakan vaksinasi sebagai tindakan yang efektif menggertak kekebalan aktif. Stimulus vaksin akan merangsang pematangan sel-sel pertahanan tubuh milik anak ayam yang sedang berkembang pesat pada umur tersebut,red sehingga merangsang terbentuknya kekebalan aktif baik lokal di mukosa saluran pernapasan ataupun seluruh tubuh.

Diharapkan ketika antibodi maternal sudah tidak protektif, antibodi aktif hasil gertakan vaksinasi ini sudah mampu melindungi ayam dari infeksi lapang.

Sistem pencernaan Perkembangan pesat juga ditunjukkan oleh organ pencernaan misalnya lambung, tembolok, usus, hati, pankreas dan sebagainya baik dalam ukuran maupun panjangnya.

Untuk vili usus, perkembangan yang baik ditunjukkan dengan ukuran vili yang panjang, besar, jumlah banyak dan seragam. Vili yang seperti itu akan membantu efisiensi ransum. Seperti diketahui bahwa efisiensi ransum paling baik terjadi pada fase ini.

Organ pencernaan anak ayam umur 2 hari. Saluran pencernaan berkembang paling baik pada ayam yang langsung diberikan ransum saat chick in atas. Yang tengah ialah yang diberikan 8 jam setelah chick in sedangkan yang paling bawah ialah yang belum diberikan ransum sama sekali Sumber : Tony Unandar 3. Kerangka tubuh Seiring dengan bertambahnya umur, terjadi pertambahan massa, tebal dan panjang tulang. Pembentukan kerangka tubuh yang optimal akan mampu menopang perkembangan organ lain.

Selain itu juga menekan terjadinya afkir ayam karena patah tulang dan kelumpuhan. Thermoregulasi pengaturan suhu tubuh Ayam tidak memiliki kemampuan untuk mengatur suhu tubuhnya selama 5 hari pertama dan belum secara optimal mampu mengatur suhu sendiri hingga umur 2 minggu. Atas dasar itu kelangsungan hidup anak ayam pada periode ini mutlak tergantung dari bagaimana peternak mampu menyediakan suhu yang nyaman untuk anak ayam. Perkembangan bulu Bagi anak ayam, bulu berperan menjaga kehangatan.

Ketersediaan asam amino akan membantu pertumbuhan bulu ayam sehingga lebih cepat melindungi ayam dari cekaman suhu dan angin. Setelah penjelasan di atas, sungguh sangat disayangkan jika fase ini tidak dioptimalkan oleh peternak. Untuk mengetahui apakah manajemen brooding sudah berhasil atau tidak, salah satunya dengan melakukan penimbangan berat badan ayam di umur 7 hari. Dikatakan berhasil bila berat ayam pada umur 7 hari setidaknya 4 kali berat saat DOC cobb-vantress.

Jika target ini tidak dicapai maka manajemen brooding yang telah dilakukan, perlu dievaluasi. Meski makna brooding sendiri ialah dari pemeliharaan dari DOC hingga lepas brooder, tapi keberhasilan manajemen brooding ditentukan oleh tiga fase yaitu persiapan kandang pre chick in , penyambutan DOC chick in dan manajemen brooding sendiri. Berikut penjelasan mengenai ketiga fase tersebut.

Pre Chick In Disebut juga masa persiapan sebelum chick in. Dalam tahap ini perlu diperhatikan mengenai : 1. Biosekuriti ketat Biosekuriti ketat adalah kunci menekan penularan penyakit dari periode sebelumnya.

Untuk mewujudkannya, peternak dapat melakukan berbagai tindakan selama pre chick in yang dimulai dari : Tahap persiapan kandang yang optimal seperti pengangkatan feses, penyikatan hingga ke sela-sela kandang, perbaikan kerusakan kandang dan desinfeksi kandang menggunakan Formades atau Sporades. Perbaiki lantai kandang yang rusak juga termasuk ke dalam hal yang dilakukan saat pre chick in Sumber : Dok. Rendamlah dengan Zaldes atau Medisep selama menit lalu diangin-anginkan sebelum dipakai.

Masa istirahat kandang yang cukup sebelum chick in minimal 14 hari setelah desinfeksi. Perencanaan yang matang dari tahap ini menentukan keberhasilan fase chick in. Bahan litter yang dapat digunakan antara lain sekam padi, jerami, serutan kayu halus dan kertas.

Sekam padi merupakan bahan litter yang paling sering digunakan karena murah, mudah ditemukan, ketersediaannya kontinu dan tidak toksik bagi ayam. Dianjurkan ketebalan litter sekam padi ialah cm. Sebelum dimasukkan ke dalam kandang, litter dikeringkan dulu lalu disemprot dengan Formades atau Sporades dan diangin-anginkan sebelum digunakan.

Tujuannya untuk mematikan bibit penyakit dan memastikan litter benar-benar kering sehingga tidak mudah berjamur. Berangkat dari jumlah DOC per kandang, peternak membuat list peralatan yang dibutuhkan dan disesuaikan dengan kapasitas masing-masing peralatan. Usahakan agar jumlahnya tidak kurang dari kebutuhan agar menekan terjadinya persaingan antar ayam baik dalam hal ransum, air minum maupun ruang gerak. Contoh pada Tabel 1 bisa digunakan untuk kapasitas ekor DOC di kandang brooder.

Tabel 1. Medion Nyalakan pemanas jam sebelum chick in. Tujuannya agar panas sudah menyebar merata baik udara, litter maupun air minum. Tindakan ini juga akan mengusir gas ammonia, menghangatkan udara dan air minum serta menurunkan kelembaban litter. Biar lebih mudah, peternak dapat menimbang DOC bersama-sama dengan boksnya lalu dikurangi dengan berat boks kosong umumnya berat satu boks 4kg.

Pisahkan DOC yang kualitasnya buruk seperti lesu, bulu kusam atau mata keruh. Selain berpotensi menjadi sumber penyakit, DOC berkualitas buruk akan menurunkan persen keseragaman berat badan.

Tips lain ialah gunakan DOC yang telah di-sexing karena ada perbedaan konsumsi ransum dan pertumbuhan antara ayam jantan dan betina. Anjuran lain ialah gunakan DOC yang sudah dipotong paruhnya agar ayam mudah mematuk ransum sehingga menekan jumlah ransum tercecer.

Selain itu, mengurangi kanibalisme karena patuk mematuk. Saat chick in, peternak juga wajib menyediakan nutrisi dan lingkungan yang baik. Berikut ulasannya : 1. Nutrisi Selayaknya kita saat bertamu ke rumah kerabat, tentu akan sangat nyaman dan betah bila saat datang disambut dengan baik dan disuguhi berbagai hidangan yang nikmat.

Perumpamaan ini juga berlaku saat chick in dimana DOC datang dalam kondisi yang lemah setelah perjalanan sehingga menuntut pelayanan yang maksimal dari peternak. Ada baiknya, air minum tersebut hangat suam-suam kuku 26,oC. Hal ini untuk mencegah cold shock atau ayam trauma meminum air minum karena suhu air terlalu dingin. Bersamaan dengan itu, berikan pula ransum. Selain sebagai nutrisi, pemberian ransum dini akan memacu perkembangan vili dan pemanjangan usus.

Pemberian yang sedikit demi sedikit akan lebih baik daripada sekaligus dalam satu kali pemberian Tabel 2. Daya tampung tembolok DOC yang terbatas dan terjaganya kesegaran ransum adalah alasan anjuran tersebut sehingga nafsu makan ayam tetap tinggi. Keuntungan lain ialah saat memberi ransum, peternak bisa sekaligus mengontrol kondisi ayam.

Tabel 2. Medion Berikan air minum biasa setelah air gula habis atau jam setelah chick in. Akan lebih baik, jika air tersebut ditambah Vita Chick atau Strong n Fit sehingga perkembangan tubuh ayam lebih optimal. Jika kondisi anak ayam jelek seperti kaki kering, bulu kusam dan sebagainya berikan Neo Meditril untuk meminimalkan resiko infeksi bakteri misalnya colibacillosis. Lakukan pemeriksaan konsumsi ransum dan air minum, jam setelah pemberian ransum pertama melalui perabaan tembolok. Tembolok yang keras menunjukkan bahwa ayam tidak cukup mengkonsumsi air minum atau bahkan mengkonsumsi sekam litter.

Tetapi jika tembolok berisi air, diduga ayam cukup mengkonsumsi air namun tidak dengan ransum. Selain ketika chick in, metode perabaan tembolok ini juga dapat digunakan saat penggantian tempat ransum. Metodenya sama yaitu pemeriksaan dilakukan 3 jam setelah perlakuan. Modifikasi lingkungan Pada jam setelah chick in, lakukan pemeriksaan suhu litter apakah sudah nyaman atau belum.

Salah satu teknik mendeteksinya ialah melihat kondisi kaki DOC. Jika litter terlalu panas, kaki DOC akan kemerahan dan terlihat pecah-pecah terutama di kuku dan telapak. DOC yang mengalami hal ini biasanya akan berkumpul jauh dari brooder. Sebaliknya jika litter terlalu dingin, kaki DOC akan teraba dingin dibanding suhu tubuh kita. Tembolok DOC yang sudah mengkonsumsi ransum dan air minum kanan dibandingkan dengan yang belum kiri Sumber : Anonimous Manajemen masa brooding perlu memperhatikan beberapa hal antara lain : 1.

Nutrisi Berikan ransum berkualitas dan khusus broiler starter dengan jumlah sesuai standar breeder. Perkembangan yang pesat pada umur ini sebaiknya juga dioptimalkan dengan suplementasi.

Dibandingkan dengan masa finisher, kebutuhan ayam masa starter termasuk masa brooding akan asam amino lebih tinggi terutama yang essensial yang tidak bisa dibuat oleh tubuh. Suplementasi asam amino seperti methionine dan lysine akan membantu pembentukan otot dan tulang. Manfaat asam amino akan lebih optimal bila dibantu dengan suplementasi vitamin dan mineral. Seperti halnya vitamin B kompleks yang akan meningkatkan metabolisme tubuh.

Selain mengenai kualitas ransum, perhatikan pula mengenai bentuk ransum yang digunakan. Untuk masa brooding, dianjurkan ransum berbentuk fine crumble butiran halus. Alasan dari anjuran ini ialah karena bentuk fine crumble lebih mudah dikonsumsi oleh anak ayam sehingga konsumsi ransum tetap baik dan juga lebih efisien tidak banyak terbuang.

Tujuannya agar ayam nyaman dan nafsu makan tetap tinggi. Penggantian ini dilakukan mulai umur 7 hari. Saat masa transisi, peternak dapat memberikan Vita Stress, Fortevit atau Vita Strong untuk menekan stres.

Bagi peternakan yang menggunakan nipple drinker ND , perhatikan ketinggian ND dan tekanan air dalam pipa.

FUNDAMENTALS OF CANADIAN NURSING KOZIER PDF

Manajemen Brooding

Banos Good feather cover for optimising energy use More than 8, feathers cover broilers although their number differ by breed and genetic line. Brooding — Post-Placement Checklist After chicks arrive, use this checklist to ensure that chicks have the feed and water they need to a. High light intensity — well distributed light of at least 20 lux across the brooding area will ensure good activity. Water Management in Broiler Flocks Water management is one of the most crucial components in a top-performing broiler flock. The brooding period sets the precedent for good performance. Checking to see if your chicks are getting what they need to grow and thrive helps maximize results.

ALMOST BLUE LUCARELLI PDF

Sambutan Kepala PPPPTK Pertanian

Gozuru When designing a modern broiler house the first question one considers is the optimum floor area for. To achieve the best start, the grower must provide the optimum transition from a hatchery to brooding environment which includes making sure the chicks begin feeding and drinking straightaway. Today, feed accounts for up to. We will be considering each of these five essentials manxjemen more detail in the coming months. Management must be geared to preserving flock uniformity while accomplishing the feeding and body we.

74283 DATASHEET PDF

Konsep ini untuk mengantisipasi perbedaan temperatur yang terlalu lebar antara siang dan malam. Penting untuk diketahui bahwa ayam tidak bisa mempertahankan suhu tubuh sampai berumur 5 hari dan termoregulasi belum berkembang sempurna sampai umur 14 hari. Selain itu dengan konsep ini kesetabilan temperatur dalam brooding juga tetap terjaga. Konsep ini juga memudahkan untuk melakukan pengaturan ventilasi. Ruang yang dimaksud adalah ruang antara tirai dalam dan tirai luar. Kontrol temperatur menjadi sangat penting karena untuk tumbuh optimal, ayam tidak boleh kepanasan atau kedinginan. Sketsa Brooding Thermos Gambar.

Related Articles