LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF PDF

Linguistik Historis Komparatif Historical Comparative Linguistics atau Linguistik Bandingan Historis adalah cabang ilmu linguistik yang menelaah perkembangan bahasa dari satu masa ke masa yang lain, mengamati cara bagaimana bahasa-bahasa mengalami perubahan, serta mengkaji sebab akibat dari perubahan bahasa. Menurut Robins Linguistik Komparatif termasuk dalam bidang kajian linguistik memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan sumbangan berharga bagi pemahaman tentang hakekat kerja bahasa dan perkembangan perubahan bahasa-bahasa di dunia. Sehubungan dengan hal itu, tugas utama dari linguistik komparatif adalah menganalisis dan memberikan penjelasan mengenai hakekat perubahan bahasa. Pada umumnya, hakekat bahasa itu i mempunyai struktur dimensi sinkronis dan ii bahasa selalu mengalami perubahan dimensi diakronis.

Author:Tojadal Mekus
Country:Romania
Language:English (Spanish)
Genre:History
Published (Last):28 March 2018
Pages:451
PDF File Size:20.18 Mb
ePub File Size:13.82 Mb
ISBN:446-9-56280-733-2
Downloads:25304
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kigagrel



Hal ini merupakan fakta empiris yang implikasinya belum lama disadari dalam perkembangan telaah bahasa. Bukti ini dapat terlihat dalam perbandingan dua teks dari abad yang berbeda. Adapun perubahan dan perkembangan bahasa banyak dipengaruhi oleh gerak migrasi dan kontak sosial. Gerak yang dipengaruhi oleh perpindahan penutur bahasa dari daerah satu ke daerah lain disebut gerak migrasi. Sedangkan bahasanya dipengaruhi oleh kontak sosial, yakni apabila ada dua atau lebih kelompok penutur bahasa tersebut memiliki tingkat interaksi tinggi.

Kondisi ini mengakibatkan perubahan dan perkembangan bahasa yang terjadi relatif sama. Sebaliknya, apabila ada dua atau lebih kelompok penutur bahasa memiliki tingkat interaksi yang rendah atau bahkan terputus, maka kelompok penutur bahasa tersebut akan mengalami perkembangan bahasa yang relatif berbeda. Awalnya perbedaan itu hanya pada tataran dialek saja, sehingga dua kelompok penutur bahasa tersebut masih dapat saling dimengerti Nababan, Perbedaan dialek dalam satu periode dari suatu bahasa semakin besar, hal ini dapat mengakibatkan terjadinya perbedaan ragam bahasa, tetapi bahasa-bahasa tersebut masih berkerabat atau mempunyai satu bahasa tua atau proto.

Kemiripan atau kesamaan bentuk dan makna sebagai akibat dari perkembangan sejarah yang sama atau perkembangan dari suatu bahasa proto yang sama. Bahasa-bahasa yang mempunyai hubungan yang sama atau berasal dari suatu bahasa proto yang sama, kemudian berkembang menjadi bahasa-bahasa baru, maka dimasukkan dalam satu keluarga bahasa language family yang berarti bentuk kerabat.

Bahasa dianggap berkerabat dengan kelompok bahasa tertentu apabila secara relatif memperlihatkan kesamaan yang besar bila dibandingkan kelompok-kelompok lainnya. Perubahan fonemis dalam sejarah bahasa-bahasa tertentu memperlihatkan pula sifat yang teratur. Semakin dalam kita menelusuri sejarah bahasa-bahasa kerabat, maka akan semakin banyak didapat kesamaan antar pokok-pokok bahasa yang dibandingkan.

Pada abad 19 bahasa Latin sudah tidak digunakan lagi dalam kehidupan sehari-hari, maupun dalam pemerintahan atau pendidikan. Objek penelitian adalah bahasa-bahasa yang dianggap mempunyai hubungan kekerabatan atau berasal dari satu induk bahasa.

Bahasa-bahasa dikelompokkan ke dalam keluarga bahasa atas dasar kemiripan fonologis dan morfologis. Dengan demikian dapat diperkirakan apakah bahasa-bahasa tertentu berasal dari bahasa moyang yang sama atau berasal dari bahasa proto yang sama sehingga secara genetis terdapat hubungan kekerabatan di antaranya. Bahasa-bahasa Roman, misalnya secara genetis dapat ditelusuri berasal dari bahasa Latin yang menurunkan bahasa Perancis, Spanyol, dan Italia. Untuk mengetahui hubungan genetis di antara bahasa-bahasa dilakukan metode komparatif.

Antara tahun para ahli linguistik berhasil membangun hubungan sistematis di antara bahasa-bahasa Roman berdasarkan struktur fonologis dan morfologisnya. Pada tahun itu para ahli bahasa dari kelompok Junggramatiker atau Neogrammarian berhasil menemukan cara untuk mengetahui hubungan kekerabatan antarbahasa berdasarkan metode komparatif.

Apa maksud pengertian hukum bunyi? Bagaimana hubungan hukum bunyi dengan korespondensi bunyi? Bagaimana metode korespondensi fonemis dalam linguistik historis komparatif?

Pada abad XIX para sarjana bahasa telah mengembangkan teknik-teknik untuk mengadakan perbandingan antar bahasa guna menemukan kesamaan-kesamaan antar bahasa-bahasa kerabat. Metode-metode tersebut biasanya disebut metode klasik.

Walupun metode-metode perbandingan ini mendapat kritik dari para aliran linguis, namun dikemudian hari metode perbandingan klasik kemudian digantikan dengan metode-metode yang lain yang lebih ampuh. Yang terjadi kritil-keritik itu hanya untuk menyarankan penyempurnaan. Pada abab XX hokum bunyi yang kemudian digantikan dengan korepodensi bunyi. Pada hakekatnya adalah suatu metode untuk menemukan hubungan antar bahasa dalam bidang bunyi bahasa. Karena perbandingan dalam bidang fonologi harus dilakukan dalam rangka sebuah morfem atau sebuah kata.

Maka langkah pertamaadalah usaha menentukan kata-kata atau morfem-morfem mana yang dapat dipergunakan sebagai bahan perbandingan itu. Itu sebabnya dalam mata kuliah Linguistik Historis Komparatif dipersoalkan pula kata-kata kerabat. Masehi dalam percakapan kratylos dan juga dalam masa aristoteles seb. Persoalan itu berkisar mengenai pertanyaan apakah ada hubungan yang wajar antara kata dan referennya?

Atau dapat dikatakan dengan cara lain. Bila teori yang menjelaskan prose lahirnya bahasa itu Paget, Hocket-Ascher, dan sebagainya , yaitu bahasa timbul bunyi-byni tertentu call yang mengalamai perembangan tertentu pra-morfem pada sekelompok hominid, maka dapatlaj dimengerti bahwa warisan dari sekelompok asal tersebut telah diturunkan dan dipantulkan kembali melalui katakata kerabat dewasa ini. Dengan menerima asumsi bahwa kelompok-kelompok itu berkembang dari kelompok kecil dalam masa lampau hingga berkembang dalam kelompok yang lebih besar.

Jadi, dalam metode perbandingan ini,pertama-pertama yang harus dilakukan adalah menemukan kesamaan-kesamaan yang terjadi karena warisan itu bergerak kebelakang menurunkan bentuk hipotesa mengenai bentuk tua atau lampaunya. Pengelompokan bahasa-bahasa itu berdasarkan kesamaan dan kemiripan bentuk-bentuk makna, biasanya diwujudkan pertama-tama dalam bunyi antar bahasa, yang terdapt dalam kata-kata yang mirip.

Setelah itu, pengelompokan berdasarkan kaidah-kaidah grammatical dan akhirnya berdasarkan kaidah-kaidah sintaksis. Jakob Grimm bahwa dalam penelitiannya atas bahasa-bahasa german dan indo-eropa yang lain. Pergeseran ini diuraikan dalam bukunya Deutsche Grammatik yang diterbitkan pada tahun Berikut dijelaskan beberapa kesimpulan bunyi antar bahasa-bahasa astronesia tersebut.

Umum Beberapa hokum bunyi atau korepondensi fonemis antar bahasa kerabat Austronesia sebagai berikut; 1. Dan lain sebagainya. Bahasa malagasi Bahasa Malagasi letaknya jauh sebelah barat, masih memperlihatkan korespodensi fonemis yang teratur dengan Austronesia lainnya.

Dalam bahasa malagasi penghilangan, perubahan, dan penambahan bunyi fonem pun terjadi. Kritik mengenai metode indo-eropa itu pertama-tama dilontarkan oleh aliran Neo-Linguistica italia dengan tokohnya Bartoli dan Guilano Bonfante dan kritik kedua berasal dari Marr dari uni soviet.

Aliran Neo-linguistica menyerang dengan alasan idealisme. Menurut mereka bahwa setiap memiliki kebesan untik menciptakan bahasa tanpa terikat oleh hokum-hukum tertentu. Sebaliknya aliran Rusia N. Marr menolak hokum bunyi dari segi rumus-rumus yang dikemukakan oleh junggrammatiker terlalu abtrak sifatnya dan mengindahkan soal-soal sosial dalam masyarakat.

Dalam hidupnya manusia selalu dibawah tekanan kerja. Jadi, manusia tidak boleh terikat oleh kaidah-kaidah tertentu. Meski demikian, kedua aliran ini tidak berhasil mengganti dasar pikiran junggrammatiker namun, pada prinsipnya metode indo-eropa itu masih berguna. Metode jungrammatiker sampai pada abad ini masih diterima sebagai dasar, dengan menambahkan perbaikan-perbaikan tertentu. Linguistik-linguistik Amerika tetap mempergunakan prosedur perbandingan sebagai yang dilakukan pada abad yang lampau yang bertolak, dari bidang fonologi, dengan membanding-bandingkan pasangan kata yang tercatat, apak kata itu mengandung kesamaan fonologi bentuk dan makna atau tidak.

Hasil perbandingan itu disusun menjadi satu perangkat korespondensi. Setelah mendaftarkan kata-kata dari sejumlah bahasa, mulai diadakan perbandingan fonem demi fonem dari tiap segmen. Tiap fonem yang terdapat dalam posisi yang sama dimasukkan dalam satu perangkat korespondensi. Untuk mengkonkretkan bagaimana prinsip perbandingan tersebut diterapkan dalam kenyataan.

Maka pertama-tama akan diperlihatkan teknik perbandingan itu dengan mempergunakan contoh yang terkenal dari bahasa indo eropa. Dalam bahasa Austronesia dengan menggunakan kata-kata bilangan atau menyangkut angggoata tubuh dapat ditentukan perangkat korespondensi yang terdapat pada bahasa-bahasa itu.

BRAZEN OR BUST ANARA BELLA PDF

LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF PDF

Kajisar The result of this research significantly not only clarifies that the four languages is a group of language that formed West Muna-Buton subgroup, but also shows the genetic relationship of Wolio and Bonerate language as historically closer than Selayar and Bonerate language. The Lasalimu language is spoken by people who live in Buton island, exactly in south of Lasalimu sub-district, south east of Sulawesi, whereas the Kamaru language is spoken in Lasalimu sub-district. All Formats Sort by: Can I borrow this item? The synchronic perspective consists of the language phonological description of Wolio, Laiyolo, Selayar, and Bonerate. The diachronic study results indicate a qualitative correspondence between vowels and consonants hietoris Lasalimu and Kamaru language. How do I find a book? Flores Island Indonesia — Languages.

DESCARGAR SOLUCIONARIO DE HIBBELER ESTATICA 10 EDICION PDF

Hal ini merupakan fakta empiris yang implikasinya belum lama disadari dalam perkembangan telaah bahasa. Bukti ini dapat terlihat dalam perbandingan dua teks dari abad yang berbeda. Adapun perubahan dan perkembangan bahasa banyak dipengaruhi oleh gerak migrasi dan kontak sosial. Gerak yang dipengaruhi oleh perpindahan penutur bahasa dari daerah satu ke daerah lain disebut gerak migrasi. Sedangkan bahasanya dipengaruhi oleh kontak sosial, yakni apabila ada dua atau lebih kelompok penutur bahasa tersebut memiliki tingkat interaksi tinggi.

ECOPOLIS ARCHITECTURE AND CITIES FOR A CHANGING CLIMATE PDF

.

Related Articles